Radar Berita – Sebagian orang menganggap sayuran beku kurang menyehatkan daripada produk segar karena sudah diproses. Namun, anggapan tersebut keliru karena sayuran beku tetap menyimpan nutrisi baik bagi tubuh. Kandungan gizi keduanya bahkan terbukti setara.
Sejumlah riset membuktikan produk beku terkadang memiliki nutrisi lebih tinggi daripada sayuran di suhu ruang atau lemari pendingin. Bayam yang dibiarkan di suhu ruang selama sepekan bisa kehilangan seluruh vitamin C. Sebaliknya, bayam beku di dalam freezer hanya kehilangan 30 persen vitamin C.
Proses Pengolahan Mempertahankan Nutrisi
Sayuran umumnya dipanen ketika tingkat kematangannya sempurna agar nutrisinya maksimal. Setelah itu, bahan pangan ini menjalani teknik blanching atau pencelupan kilat ke air panas. Langkah ini bertujuan untuk mengunci kandungan gizi di dalamnya.
Metode ini juga mematikan sebagian bakteri serta melumpuhkan enzim perusak rasa dan tekstur. Sayuran lantas didinginkan memakai air es guna menghentikan pematangan. Tahap akhir meliputi penirisan, pengeringan, serta pembekuan cepat.
Kelebihan dan Jenis Sayuran
Pilihan beku ini sangat praktis dan menghemat waktu memasak di dapur. Harganya pun kerap kali lebih terjangkau serta mudah didapat di luar musim panen. Masa simpannya bahkan sanggup bertahan hingga 12 bulan tanpa membusuk.
Rutin menyantap sayuran dapat menekan risiko penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan kanker. Bahan pangan ini menyuplai serat, mineral, vitamin, serta antioksidan. Jenis rendah air sangat pas dibekukan, seperti jagung, wortel, buncis, asparagus, dan kacang polong.





