Survei Kinerja Menteri: Meutya Hafid Tembus 10 Besar

oleh -16 Dilihat
oleh
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid dalam survei kinerja menteri
Antara/Survei Kinerja Menteri: Meutya Hafid Tembus 10 Besar

Radar Berita – Lembaga Indonesia Political Opinion (IPO) merilis hasil survei kinerja menteri bertajuk “Refleksi dan Evaluasi Publik; Dua Tahun Kabinet Merah Putih” di Jakarta pada Sabtu (24/10). Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid berhasil menembus kelompok sepuluh besar menteri dengan rapor terbaik. Selain itu, ia juga menempati urutan teratas sebagai menteri perempuan berkinerja terbaik versi masyarakat.

Apresiasi Publik untuk Menteri Perempuan

Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah menerangkan bahwa penilaian publik sangat bergantung pada popularitas menteri. Intensitas kegiatan kementerian dan publikasi media turut membentuk citra para pejabat di mata masyarakat. Dedi menegaskan, “Meutya Hafid menjadi menteri perempuan yang paling tinggi penilaian publik terkait dengan bekerja paling baik, disusul posisi kedua dari menteri perempuan yaitu Widiyanti Putri Wardhana.”

Jasa Penerbitan Buku ISBN

Pada klaster Politik dan Keamanan, Meutya Hafid kembali menunjukkan performa positif. Ia mengamankan urutan kedua tingkat kepuasan publik dengan raihan 4,9 persen. Namun, posisi pertama pada klaster tersebut dipegang oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dengan 13,5 persen.

Daftar Capaian Menteri Kabinet

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menempati peringkat puncak dengan angka 33 persen. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menyusul di urutan kedua dengan 25,2 persen. Selain itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengumpulkan 24,5 persen.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia meraih 21,8 persen, disusul Menteri Kebudayaan Fadli Zon sebesar 20,5 persen. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Sugiono meraih 16,1 persen, diikuti Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir sebesar 13,8 persen. Selanjutnya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengantongi 12 persen, Menteri Agama Nasaruddin Umar 10,3 persen, dan Meutya Hafid 5,9 persen.

Metode Pengumpulan Data

Riset opini publik berskala nasional ini berjalan pada kurun waktu 12 hingga 20 Oktober 2026. Sebanyak 1.200 responden dari berbagai area di Indonesia berpartisipasi dalam riset tersebut. Peneliti menerapkan metode multistage random sampling dengan tingkat kepercayaan 95 persen serta margin of error 2,9 persen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.