Kopi Panas dan Dingin, Mana yang Lebih Sehat?

oleh -48 Dilihat
oleh
Secangkir kopi panas dan dingin yang tersaji di atas meja
Foto: ANTARA

Radar Berita – Banyak orang rutin meminum kopi setiap hari untuk mengawali aktivitas mereka. Penikmat minuman ini kerap terbagi antara penggemar kopi panas dan dingin. Minuman berkafein ini terbukti menurunkan risiko diabetes tipe 2, depresi, serta penyakit jantung. Selain itu, konsumsi kopi juga mampu meningkatkan fungsi kognitif.

Namun, banyak orang bertanya-tanya mengenai pengaruh suhu terhadap khasiat tersebut. Cara pengolahan serta suhu penyajian ternyata menghasilkan dampak yang cukup berbeda bagi tubuh.

Jasa Penerbitan Buku ISBN

Perbedaan Kadar Kafein

Tingkat kafein pada minuman ini sangat bergantung pada metode pembuatannya. Mengutip Health, es batu pada minuman dingin dapat menurunkan konsentrasi kafein akibat proses pengenceran. Selain itu, durasi penyeduhan dan tingkat kehalusan bubuk turut memengaruhi kekuatan kafein.

Masyarakat kerap menganggap es kopi sama dengan cold brew, padahal proses keduanya berbeda. Es kopi diseduh memakai air panas sebelum ditambahkan es batu. Sebaliknya, cold brew dibuat dengan merendam bubuk kopi pada air dingin selama 12 jam.

Faktor biji kopi dan tingkat sangrai juga menentukan kadar kafein akhir. Biji kopi robusta menyimpan kafein dua kali lebih banyak daripada arabika. Selain itu, biji yang disangrai ringan dan sedang memiliki kafein lebih tinggi dibanding sangrai gelap.

Sensasi Rasa dan Manfaat Antioksidan

Suhu minuman turut memengaruhi sensasi yang dirasakan oleh tubuh. Sajian dingin terasa menyegarkan pada cuaca terik dan kerap diolah menjadi Frappuccino. Sebaliknya, tegukan kopi hangat memberikan ketenangan serta meningkatkan semangat di pagi hari.

Kopi juga kaya akan antioksidan polifenol, seperti flavonoid dan kuersetin. Zat tersebut berkhasiat meredakan peradangan, menjaga daya tahan tubuh, serta menyehatkan organ otak dan jantung.

Air panas membantu pelepasan antioksidan dari bubuk kopi secara lebih optimal. Akibatnya, seduhan air panas memiliki antioksidan yang sedikit lebih banyak dibanding seduhan dingin. Selain suhu, durasi seduh yang panjang serta tingkat sangrai ringan juga meningkatkan kadar antioksidan.

Kondisi lingkungan perkebunan tempat kopi tumbuh turut memengaruhi kandungan nutrisi tersebut. Namun, selisih antioksidan antara kedua jenis sajian ini sebenarnya tidak terpaut jauh. Kedua pilihan minuman tersebut tetap memberi khasiat yang baik bagi kesehatan tubuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.