Radar Berita – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengapresiasi kesuksesan gelaran Jakarta Running Festival di Jakarta pada Minggu. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai ajang ini sangat layak menjadi percontohan bagi kejuaraan lari di Indonesia. Acara tersebut dinilai menghadirkan pengalaman berkesan dan berjalan dengan sangat tertib.
Menurut Pramono, standar lomba ini patut diterapkan pada berbagai kategori kompetisi lari. “Menurut saya ini bisa menjadi role model maraton ataupun half marathon, maupun 10 kilo, 5 kilo yang ada di Indonesia,” ujarnya. Pernyataan tersebut ia sampaikan saat pelepasan bendera (flag off) Jakarta Marathon 2026.
Dukungan Warga dan Catatan Waktu
Sepanjang perlombaan, masyarakat memberikan sambutan hangat kepada para peserta yang melintas. Pramono bahkan mengaku diajak berswafoto oleh warga di lintasan lomba. Selain itu, penonton terus bersorak menyemangati para peserta tanpa henti.
Dukungan penonton membuat sang gubernur tetap bersemangat menuntaskan rute 10 kilometer (km). “Yang luar biasa cheering-nya itu sepanjang jalan enggak berhenti-berhenti,” ucapnya. Namun, ia menyelesaikan jarak tersebut dalam tempo satu jam 49 menit, belum melampaui rekor pribadinya yakni satu jam 32 menit.
Sorotan Kualitas Udara
Pramono turut mencermati pergerakan kualitas udara selama kegiatan berlangsung. Indeks kualitas udara terpantau pada angka 65–66 ketika maraton dimulai. Angka tersebut kemudian naik ke level 81 saat kategori 10K dilepas.
Kenaikan ini menandakan penurunan kualitas udara hingga mendekati level tidak sehat untuk kelompok rentan. Akibatnya, polusi bertambah pekat seiring terbitnya matahari dan naiknya pergerakan warga di jalanan. Pramono berharap daerah lain tetap dapat mencontoh ketertiban pelaksanaan acara ini.








