Tips Tepat Mengelola Ponsel Lama agar Bermanfaat

oleh -14 Dilihat
oleh
Ilustrasi mengelola ponsel lama yang sudah tidak terpakai
Antara/Tips Tepat Mengelola Ponsel Lama agar Bermanfaat

Radar Berita – Banyak orang kerap membiarkan ponsel lama menumpuk begitu saja di dalam laci rumah. Padahal, perangkat yang sudah tidak terpakai ini sebaiknya tidak langsung dibuang ke tempat sampah. Tindakan ceroboh tersebut bisa mengancam kelestarian lingkungan dan memicu kebocoran data penting pengguna.

Bahaya Lingkungan dan Potensi Material Berharga

Peneliti material dan lingkungan dari Temple University, Astha Upadhyay, Ph.D., pada Sabtu (7/11) menjelaskan bahwa telepon genggam memuat berbagai logam penting. Komponen tersebut mencakup emas, perak, litium, hingga kobalt. Logam-logam ini membutuhkan energi dan eksploitasi alam yang besar dalam proses penambangannya.

Jasa Penerbitan Buku ISBN

Mendaur ulang gawai bekas dinilai mampu mengembalikan material berharga tersebut ke rantai pasok industri. Upadhyay pun mengingatkan risiko kelalaian saat membuang peranti. “Ketika kita membuang perangkat elektronik, kita berisiko kehilangan material tersebut dari siklus pemanfaatan sumber daya,” kata Upadhyay.

Selain itu, baterai yang dibuang sembarangan berpotensi memicu bahaya kebakaran. Oleh karena itu, masyarakat perlu menyalurkan limbah perangkat ke fasilitas pengolahan yang tepat.

Perlindungan Data Pribadi Sebelum Melepas Gawai

Ancaman keamanan siber juga mengintai dari perangkat yang terbengkalai. Direktur Pemasaran Produk di Huntress, Aimee Simpson, mengingatkan bahwa informasi sensitif tetap tersimpan dan bisa diakses meski gawai tidak aktif lagi. Data tersebut mencakup foto, kata sandi, pesan pribadi, serta akun penting.

Sebelum menjual atau menyumbangkannya, pemilik wajib mencadangkan seluruh data yang masih diperlukan. Pengguna juga harus keluar dari seluruh akun yang terhubung. Langkah terakhir, lakukan penyetelan ulang ke pengaturan pabrik.

Alternatif Pemanfaatan Kembali Ponsel Bekas

Pemilik dapat memperpanjang usia pakai gawai dengan cara menjualnya di platform barang bekas atau memberikannya ke pihak lain. Selain itu, opsi perbaikan seperti penggantian layar maupun baterai lebih ramah lingkungan dibanding membeli produk baru. Cara ini dinilai efektif menekan laju konsumsi perangkat elektronik.

Pilihan lain adalah mengikuti program tukar tambah yang diselenggarakan oleh produsen atau peritel. Melalui program ini, konsumen bisa mendapatkan uang tunai atau kredit belanja. Namun, jika gawai benar-benar rusak total, serahkan peranti tersebut ke program daur ulang resmi dari pemerintah maupun produsen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.