,

Pertamina Larang Pembelian Pertalite Berulang di SPBU

oleh -150 Dilihat
oleh
Pertamina Larang Pembelian Pertalite Berulang di SPBU
Pertamina Larang Pembelian Pertalite Berulang di SPBU
RADAR BERITA – Langkah penertiban resmi diberlakukan guna mengatasi kepadatan kendaraan di berbagai stasiun pengisian bahan bakar umum wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta. Kebijakan ini menyasar aktivitas pembelian bahan bakar bersubsidi secara berulang demi kepentingan komersial ulang.
Fenomena antrean panjang tersebut mencuat akibat terjadinya peralihan preferensi konsumen dari bahan bakar non-subsidi menuju opsi yang lebih ekonomis.
“Kami juga akan memetakan beberapa SPBU yang rawan antrean, dan kami juga sudah mengeluarkan himbauan ya untuk larangan pembelian secara berulang,” ujar Area Manager Communication, Relation dan CSR Pertamina Patra Niaga Jateng DIY Taufiq Kurniawan.
Pembatasan ketat ini difokuskan pada penggunaan jerigen serta kendaraan bermotor yang dimodifikasi dengan kapasitas tangki penampungan tidak normal. Langkah pencegahan tersebut diambil untuk meredam potensi keresahan di tengah masyarakat akibat waktu tunggu yang semakin lama.
“Karena kasihan posisinya sudah panas-panas seperti ini, konsumen itu ngantre dengan yang melakukan pembelian berulang untuk dijual kembali,” ucap Taufiq Kurniawan.
Pengelola fasilitas distribusi energi nasional terus berkoordinasi secara intensif bersama jajaran pemerintah daerah setempat guna mengurai titik-titik kemacetan parah. Pemetaan lokasi rawan penumpukan kendaraan juga menjadi prioritas pengawasan di lapangan.
“Nah, itu kita petakan SPBU dan nanti akan kita ambil langkah-langkah tertentu apabila memang antrean itu mengular bersama dengan pemerintah daerah tentunya kita terus berkoordinasi dan terus melaporkan updatenya,” tutur Taufiq Kurniawan.
Lonjakan permintaan tercatat mengalami eskalasi sebesar tujuh persen dari rata-rata volume distribusi harian normal. Meski demikian, pihak korporasi memastikan ketersediaan cadangan energi nasional berada dalam koridor aman terkendali.
“Angka tersebut mencerminkan bahwa stok ini aman, meskipun ada antrean. Masyarakat tidak perlu khawatir, tetap membeli sesuai kebutuhan karena barangnya pasti ada, dijamin sesuai dengan konsumsi yang dilakukan sehari-hari oleh masyarakat,” kata Taufiq Kurniawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.