Radar Berita – Pemerintah menargetkan penyaluran kredit usaha rakyat atau KUR di Provinsi Kalimantan Selatan mampu menembus angka Rp5 triliun sampai akhir 2026. Target tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) RI Helvi Moraza saat menghadiri acara Kumitra Jambore 2026 di Kota Banjarmasin, Minggu. Berdasarkan data hingga Oktober 2026, realisasi penyaluran KUR di wilayah tersebut telah menyentuh Rp3,8 triliun dengan total 61.251 debitur.
Rincian Penyaluran dan Perkembangan UMKM
Selain tingkat provinsi, capaian positif juga terlihat di Kota Banjarmasin. Sebanyak 7.063 debitur di kota ini telah menerima KUR dengan nilai akumulasi melebihi Rp600 miliar. Wamen Helvi bahkan berharap angka tersebut bisa meningkat hingga Rp1 triliun dengan dukungan Wali Kota Banjarmasin HM Yamin HR. Selain itu, sektor UMKM di Provinsi Kalimantan Selatan menunjukkan pertumbuhan yang baik. Tercatat ada lebih dari 518 ribu UMKM hingga akhir 2025, yang mengalami penambahan sekitar 8.000 unit dibanding periode sebelumnya.
Komitmen Pemerintah untuk Sektor UMKM
Pemerintah pusat terus menunjukkan keberpihakannya kepada para pelaku usaha kecil. Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan seluruh kementerian serta lembaga untuk bersama-sama memajukan sektor ini. Selain itu, suku bunga pinjaman juga turun drastis dari sebelumnya 24-25 persen kini menjadi 8 persen saja. Melalui ajang Kumitra Jambore 2026 yang mengusung tema “bertemu, bermitra, bertumbuh”, para peserta diharapkan bisa memperluas akses pasar serta kemitraan demi memajukan usaha mereka.








