Radar Berita – Program pencampuran bahan bakar bensin dengan etanol 50 persen atau E50 diyakini mampu membuka 320 pabrik etanol baru di Indonesia. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengungkapkan hal tersebut dalam acara Danantara Technology & Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 di Jakarta, Senin (26/10). Selain itu, pabrik baru itu direncanakan memiliki kapasitas masing-masing 60 ribu kiloliter.
Peluang Pengalihan Impor Energi
Pengembangan industri etanol dinilai sebagai langkah strategis untuk mengalihkan dana impor energi ke sektor industri dalam negeri. Selama ini, Indonesia menggelontorkan dana sekitar 30 miliar hingga USD 50 miliar guna memenuhi kebutuhan impor energi. Akibatnya, program E50 dan B50 menjadi momentum penting guna memperkuat kemandirian energi serta mendorong laju industrialisasi nasional.
Kolaborasi Riset dan Regulasi
Pemerintah, perguruan tinggi, dan pelaku usaha harus saling berkolaborasi guna mendukung penguatan industri tersebut. Perguruan tinggi siap berkontribusi lewat riset, pengembangan teknologi, serta penyiapan sumber daya manusia. “Kita jangan khawatir dengan regulasi-regulasi yang ada. Bukan berarti kita menabrak regulasi, tetapi kita bisa melakukan deregulasi, penyusunan regulasi yang baru, dan sebagainya,” ujar Brian.







