Radar Berita – Kemajuan industri pertahanan Turki berhasil menarik perhatian Mark Rutte selaku Sekretaris Jenderal NATO. Transformasi sektor persenjataan di Ankara dinilai sebagai sebuah revolusi yang patut dicontoh oleh negara-negara anggota aliansi.
Transformasi Sektor Persenjataan
Dulu, Turki sangat bergantung pada pasokan militer asing selama puluhan tahun. Namun, kini negara tersebut mampu memproduksi dan mengekspor berbagai alutsista canggih. Berbagai produk seperti drone, kapal perang, kendaraan lapis baja, hingga sistem elektronik kini dihasilkan sendiri.
Kunjungan dan Apresiasi Resmi
Mark Rutte menyampaikan pujian tersebut saat mendatangi fasilitas ASELSAN di Ankara pada 22 April 2026. Selain itu, ia kembali menegaskan manfaat besar dari produksi militer Ankara dalam konferensi pers menjelang KTT NATO di Ankara pada 6 Juli 2026. Menurut Rutte, “Turki telah mengalami revolusi industri pertahanan.” Selain itu, ia menyatakan bahwa “NATO sudah sangat diuntungkan dari apa yang dilakukan Turki.”
Ekosistem dan Kemandirian
Saat ini terdapat sekitar 3.000 perusahaan pertahanan di Turki yang saling mendukung. Selain itu, Perdana Menteri Mark Carney sempat berkunjung ke Ankara pada Kamis (22/10/2026) untuk memperkuat kerja sama bilateral di bawah kepemimpinan Presiden Recep Tayyip Erdogan.







