Radar Berita – Sejumlah pasar tradisional di Kota Palembang, Sumatera Selatan kini mencatat kenaikan pada harga daging ayam potong. Komoditas tersebut melonjak dari kisaran Rp35.000 per kilogram menjadi Rp40.000 per kilogram. Kenaikan ini tetap terjadi meski pasokan dari peternak tergolong lancar dan melimpah.
Pemicu Lonjakan dan Dampak Penjualan
Seorang pedagang di Pasar 7 Ulu Palembang bernama Gani mengungkapkan bahwa kenaikan harga bermula dari pemasok asal Kabupaten Ogan Ilir. Ia menduga lonjakan biaya pakan peternakan memicu agen menaikkan tarif jual ke pedagang. Akibatnya, para pedagang di pasar terpaksa ikut menyesuaikan harga agar tidak merugi.
Penurunan daya beli masyarakat kini sangat terasa di tingkat pedagang pasar. Marni, pedagang ayam lainnya, mengeluhkan omzet hariannya yang terpangkas drastis akibat sepinya pembeli. “Biasanya ayam potong habis terjual 40-50 kg per hari. Namun, selama dua hari ini paling banyak 20 kilogram yang terjual,” ujarnya.
Langkah Pengawasan Dinas Perdagangan
Kepala Bidang Stabilisasi dan Sarana Distribusi Perdagangan (SSDP) Dinas Perdagangan Kota Palembang, Elsa Noviani, membenarkan adanya peningkatan biaya produksi di tingkat peternak. Lonjakan biaya pakan ternak terjadi akibat keterbatasan stok serta mahalnya harga bahan baku. Selain itu, kondisi tersebut langsung mengerek modal usaha peternakan secara signifikan.
Pemerintah setempat kini menggencarkan pengawasan di lapak pedagang Pasar KM 5, Lemabang, Soak Bato, 10 Ulu, dan Pasar 16 Ilir. Pemantauan berkala ini bertujuan memastikan harga kebutuhan pokok tidak melampaui Harga Eceran Tertinggi. Pihak dinas juga mengimbau pedagang untuk mematuhi regulasi serta tidak menimbun pasokan.






