Radar Berita – Krisis politik melanda Paraguay dan memicu pengunduran diri Presiden Santiago Pena setelah bank digital Ueno mengalami kolaps. Permasalahan ini bermula ketika Bank Sentral Paraguay mendapati bahwa Ueno melanggar ketentuan minimum solvabilitas.
Dampak Kegagalan Bank
Regulator kemudian menjalankan langkah resolusi terhadap bank digital Ueno yang memiliki sekitar 3 juta nasabah tersebut. Akibatnya, jutaan pelanggan mendadak kehilangan akses sementara ke rekening tabungan mereka. Selain itu, kondisi ini turut berdampak pada masyarakat umum yang menyimpan dana publik serta para pensiunan penerima tunjangan pemerintah.
Konflik Kepentingan Politik
Persoalan keuangan ini segera berkembang menjadi polemik politik yang serius. Ueno diketahui memiliki keterkaitan dengan Grupo Vazquez, yaitu kelompok usaha yang sempat memiliki hubungan bisnis dengan Pena. Presiden yang terpilih pada 2023 tersebut mengakui bahwa dirinya pernah memegang saham di Grupo Vazquez. Namun, dia mengeklaim telah melepas seluruh kepemilikan tersebut pada Maret 2025.
Tanggapan dan Bantahan
Kendati demikian, rekam jejak hubungan bisnis itu memicu kecurigaan publik mengenai potensi konflik kepentingan. Pihak oposisi melontarkan tudingan keras terkait dugaan penyalahgunaan dana pensiun serta upaya menutupi masalah kelembagaan. Menanggapi hal tersebut, Pena dengan tegas membantah semua tuduhan pelanggaran. Dia menilai kontroversi itu sengaja dieskalasi secara politik dari masalah regulasi yang seharusnya diselesaikan lewat jalur hukum.







