Radar Berita – Badan Geologi Kementerian ESDM memetakan 41 area akuifer salin dengan kapasitas penyimpanan mencapai 6.435 Gt CO2. Langkah ini mendukung komitmen iklim nasional melalui penerapan teknologi Carbon Capture and Storage.
Strategi Penyelamatan Lingkungan
Kepala Badan Geologi, Lana Saria menyatakan bahwa upaya tersebut diselaraskan dengan dokumen LTS-LCCR 2050. “Badan Geologi senantiasa menyelaraskan langkah dengan komitmen,” ujar Lana pada Senin (26/10). Selain itu, Pusat Survei Geologi memfokuskan penyelidikan pada cekungan sedimen demi mencari ruang karbon yang aman.
Sebaran Wilayah Karbon
Pulau Kalimantan memiliki potensi terbesar mencapai 4.824 Gt CO2e di 12 area. Pulau Jawa menyusul dengan kapasitas 1.225 Gt CO2e di 15 area. Akibatnya, wilayah-wilayah tersebut menjadi prioritas utama penangkapan karbon.








