Niat Sholat Idul Adha Arab dan Latin dari Muhammadiyah

oleh -312 Dilihat
oleh
Niat Sholat Idul Adha Arab dan Latin
Niat Sholat Idul Adha Arab dan Latin

Radar Berita – Berikut niat sholat Idul Adha dengan tulisan Arab dan Latin dari PP Muhammadiyah yang bisa dibaca diartikel ini.

PP Mummadiyah menjelaskan bahwa sholat Idul Adha pada tahun 2023, akan dilaksankan pada hari Rabu Kliwon, 28 Juni 2023 M.

Keputusan sholat Idul Adha pada tahun 2023 tertuang dalam surat edaran yang diterbitkan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang keluar pada 29 Jumadilawal 1444 H bertepatan 23 Desember 2022 M , menyebutkan bahwa:

  1. Hari Arafah (9 Zulhijah 1444 H) jatuh pada hari Selasa Wage, 27 Juni 2023 M.
  2. Idul Adha (10 Zulhijah 1444 H) jatuh pada hari Rabu Kliwon, 28 Juni 2023 M.

Dengan demikian, maka pelaksanaan sholat Idul Adha sesuai surat edaran PP Muhmmadiyah akan dilaksanakan pada pagi hari tanggal 28 Juni 2023.

Tata Cara Sholat Idul Adha

Untuk memenuhi kelancaran sholat Idul Adha, maka berikut tata cara sholat Idul Adha seperti yang dikutip dalam website remis PP Muhammadiyah:

a. Membaca niat diringi dengan takbiratul ihram, sebagaimana salat-salat lainnya, diiringi niat ikhlas karena Allah

b. Membaca doa Iftitah

c. Takbir (takbīr al-zawāid/takbir tambahan) sebanyak 7 (tujuh) kali pada rakaat pertama setelah takbiratul ihram dan doa iftitah, serta 5 (lima) kali pada rakaat kedua setelah takbir intiqāl (bangkit dari sujud), dengan mengangkat tangan

عَنْ عَائِشَة أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَبَّرَ فِي الْعِيدَيْنِ فِي الْأُولَى سَبْعًا قَبْلَ الْقِرَاءَةِ وَفِي الْآخِرَةِ خَمْسًا قَبْلَ الْقِرَاءَة

[رواه أحمَد].

Dari Āisyah (diriwayatkan bahwa) Rasulullah saw pada salat dua hari raya bertakbir tujuh kali dan lima kali sebelum membaca (al-Fatihah dan surah) [HR Aḥmad].

عَنْ وَائِلِ بْنِ حُجْرٍ الْحَضْرَمِيِّ قَالَ رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَرْفَعُ يَدَيْهِ مَعَ التَّكْبِيرِ

[رواه أحمد وأبو داود].

Dari Wā’il ibn ujr al-aramī(diriwayatkanbahwa ia berkata: Saya melihat Rasulullah saw mengangkat kedua tangannya ketika bertakbir [HR Aḥmad dan Abū Dāwūd].

Di antara takbir-takbir (takbīr al-zawāid) tidak ada bacaan zikir tertentu.  Belum didapatkan hadis ṣaḥīh marfū’ yang menerangkan bacaan Rasulullah saw di antara takbir-takbir tersebut.

d. Membaca surah al-Fatihah, diawali dengan bacaan ta‘āwuż dan basmalah

e. Setelah membaca al-Fatihah membaca surah yang dianjurkan, yaitu antara lain surat al-Aʻlā dan al-Gāsyiyah berdasarkan hadis,

عَنِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْرَأُ فِي الْعِيدَيْنِ وَفِي الْجُمُعَةِ بِسَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى وَهَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ الْغَاشِيَةِ قَالَ وَإِذَا اجْتَمَعَ الْعِيدُ وَالْجُمُعَةُ فِي يَوْمٍ وَاحِدٍ يَقْرَأُ بِهِمَا أَيْضًا فِي الصَّلَاتَيْنِ

[رواه مُسلم].

Dari an-Numān ibn Basyīr (diriwayatkan) ia berkata: Rasulullah saw biasa membaca dalam salat Id maupun salat Jumat “Sabbiḥisma rabbikal-a`lā” dan “Hal atāka hadīṡul-ghāsyiyah.”An-Nu`mān mengatakan begitu pula ketika Id bertepatan dengan hari Jumat, beliau membaca kedua surat tersebut di masing-masing salat [HR Muslim].

Membaca kedua surah dalam hadis di atas merupakan anjuran, tetapi juga dibolehkan membaca surat lain karena suatu atau lain alasan semisal tidak hafal. Hal ini sesuai firman,

… فَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ مِنَ الْقُرْآنِ …

… karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari alQuran [QS. al-Muzzammil (73): 20].

f. Rukuk, sujud dan seterusnya sampai salam sebagaimana dalam salat biasa

Niat Sholat Idul Adha

Berikut ini niat Idul Adha yang dikutip dari lamar resmi dari website PP Muhammadiyah:

أُصَلِّيْ سُنَّةً لعِيْدِ اْلأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لِلّٰهِ تَعَـــال B

Latin:

“ushallî sunnatan li ‘îdil adlhâ (imaman/makmuman) rak’taini” lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku berniat shalat sunnah Idul Adha dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta’ala.”

Jika shalat dilaksanakan sendirian, tidak perlu menambah kata di dalam kurung (imaman atau makmuman).

Namun, ketika menjadi imam, perlu ditambah “imâman”, sedang ketika menjadi makmun perlu ditambah “makmûman” sebagaimana termaktub di atas.

Demikian niat sholat Idul Adha dengan tulisan Arab dan Latin dari PP Muhammadiyah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.