Radar Berita – Industri otomotif Jepang kini berupaya keras mempercepat waktu pengembangan kendaraan. Langkah ini diambil untuk mengejar ketertinggalan dari produsen mobil China yang mampu meluncurkan model baru ke pasar global dengan jauh lebih cepat.
Strategi Nissan dan Honda
Biasanya, merek-merek Jepang memerlukan waktu empat hingga lima tahun untuk merilis model baru. Namun, durasi tersebut jauh lebih lama dibandingkan perusahaan China yang bisa menyelesaikannya dalam waktu kurang dari dua tahun.
Nissan menargetkan pemangkasan waktu lewat strategi berbasis keluarga model. Perusahaan ini berencana merancang satu platform bersama untuk beberapa kendaraan. Selain itu, Honda menerapkan pendekatan “Triple Half” guna menekan separuh biaya dan waktu pengembangan.
Langkah Toyota hingga Suzuki
Toyota turut mengurangi variasi jenis suku cadang demi mendongkrak produktivitas. Melalui proyek “Area 35”, mereka membidik efisiensi ruang pabrik sebesar 35 persen. Di sisi lain, Suzuki berencana memangkas durasi pengembangan menjadi sekitar dua tahun saja. Sementara itu, Mitsubishi menargetkan pemangkasan 20 persen menjadi tiga tahun pada sekitar 2030.
“Ini merupakan reformasi untuk menjadi perusahaan yang mampu merespons perubahan dan menghadirkan mobil berkualitas pada waktu yang tepat,” ujar Wakil Manajer Umum Divisi Perencanaan Produk Nissan Hidemi Sasaki.






