Perspektif Guru Besar Dr. Firmanto Laksana Saat Orasi Ilmiah di Unissula Semarang tentang IKN

oleh -1026 Dilihat
oleh
Prof. Dr. Ir. Firmanto Laksana Pangaribuan, S.H., M.M., M.H., CLA., (Sumber: Dokumen Pribadi)

Radar Berita, Jakarta – Ketua Bidang Pendidikan Khusus Profesi Advokat, Sertifikasi, dan Kerja Sama Universitas DPN Peradi, ‎Firmanto Laksana Pangaribuan, bersyukur Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, ‎mengukuhkannya sebagai Guru Besar setelah menganugerahkan gelar Profesor Kehormatan.

‎“Saya bersyukur sekali mendapat kehormatan dari Unissula,” kata dia dalam siaran persnya, Senin, (8/7).

Jasa Penerbitan Buku ISBN

Dalam pengukuhannya sebagai Guru Besar Unissula, Firman menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Pencegahan Konflik Tanah Ulayat di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dalam Prosfektif Hukum”.

Firman yang juga lawyer dan menjadi anggota tim kuasa hukum ‎Presiden Joko Widodo (Jokowi) serta pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka tersebut menjelaskan, orasi ilmiah tersebut disampaikan di hadapan sekitar 70 orang guru besar di Auditorium Unissula pada akhir pekan kemarin.

Dia mengaku sangat tertarik terhadap pembangunan IKN Nusantara, khususnya dari sisi hukum karena dapat menjadi contoh atau pilot project untuk pembangunan daerah lain.

‎“Saya sangat mendukung dan mendorong terlaksananya dengan baik pembangunan yang inklusif dan pembangunan berkelanjutan di IKN sebagai Center of Gravity pembangunan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.

Firman menilai pemerintah dan DPR telah menyusun sedemikian rupa program pembangunan terintegrasi dan inklusif yang berkelanjutan untuk mewujudkan IKN Nusantara.

Menurut Prof. Firman, seluruh masyarakat Indonesia harus mendukung langkah pemerintah tersebut. Selain itu, perlu dilakukan upaya pencegahan konflik agraria, terutama terkait tanah masyarakat adat atau tanah ulayat.

Firmanto Laksana dengan Keluarga (Sumber: Dokumen Pribadi)

Prof. Firmanto Laksana Pangaribuan lahir di Jakarta pada 12 Agustus 1976 dari pasangan C. Pangaribuan dan T Pasaribu. Ia menikah dengan putri Prof. Otto Hasibuan, Putri Hasibuan dan dikaruniai 3 orang anak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.